Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang memberikan kami kemudahan dalam menyusun laporan mingguan dari bidang mata kuliah Budidaya Ayam Ras dengan lancar.
Kesempurnaan adalah milik Allah SWT, dan kami sebagai penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laoran ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan penyusunan Laporan mingguan ini.
Ucapan terimakasih sudah sepatutnya kami berikan kepada dosen pengajar kami yaitu Ibu Prof. Em. Dra. Peni S Hardjosworo, Msc, dan Ir. Rukmiasih Eka Koswara selaku dosen pembimbing Praktikum mata kuliah Budidaya Ayam Ras. Yang telah memberikan bimbingan, dorongan, saran, waktu dan perhatiannya yang sangat membantu kami dalam pembuatan laporan ini, dan tak lupa kami ucapkan pula kepada Prof. Dr. Ir. H. M. H. Bintoro, MAgr selaku dosen pembimbing Program Keahlian P3, serta teman-teman kami yang telah memberikan dukungan dan motivasinya, sehingga laporan mingguan ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Bogor, 10 Maret 2010
Penulis
PENDAHULUAN
Usaha peternakan di Indonesia, khusunya peternakan ayam sekarang ini sudah sangat berkembang. Kemajuan ini diketahui dari semakin banyaknya usaha peternakan rakyat dan perusahaan peternakan baik yang komersial maupun pembibitan. Menurut Ditjennak (2007), populasi ayam broiler di Indonesia tahun 2005 sebanyak 811.188.685 ekor, tahun 2006 sebanyak 797.527.446 ekor dan tahun 2007 sebanyak 920.851.120 ekor. Populasi ayam ras petelur di Indonesia tahun 2005 sebanyak 84.790.411 ekor, tahun 2006 sebanyak 100.201.556 ekor dan tahun 2007 sebanyak 106.941.860 ekor. Peternak tertarik memelihara ayam disebabkan oleh ke unggulan produksinya seperti pertumbuhan yang cepat, produksi telur yang tinggi dan pemasaran yang mudah.
Semakin berkembangnya peternakan ayam, maka perusahaan pembibitan ayam memegang peranan penting dalam penyediaan anak ayam. Perusahaan pembibitan merupakan suatu kombinasi dari usaha peternakan dan penetasan, sehingga kedua usaha ini harus berjalan secara bersamaan (unstuck) menghasilkan bibit ayam yang unggul. Unstuck mendirikan dan mengembangkan usuaha pembibitan ini harus didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi serta manajemen yang baik dan professional yang baik dalam menangani masalah peternakan baik yang berada di farm maupun unit penetasan.
Pada pemeliharaan ayam pembibit, perkandangan memegang peranan yang sangat penting, karena kandang merupakan tempat hidup ayam dari periode indukan sampai dengan periode produksi. Kandang yang baik akan sangat menbantu usaha peternakan, karena akan memberikan perlindungan terhadap iklim panas, hujan, suhu udara dingin, dan gangguan dari luar. Selain itu juga dapat memudahkan pengontrolan terhadap penyakit. Pengetahuan mengenai perkandangan yang meliputi prinsip-prinsip pembuatan kandang, perlengkapan, alat-alat perkandangan dan jenis-jenis kandang yang tepat penting unstuck dipelajari.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari permasalah ini yaitu sebagai berikut:
1. Mengetahui teknik memelihara ayam ras dengan baik.
2. Mengamati tingkah laku ayam.
3. Menambah wawasan, keterampilan pengalaman mengenai bidang peternakan serta mempelajari persoalan-persoalan dan cara mengatasinya.
BAB II
METODE DAN MEATERI
1. Metode
a. Pengamatan langsung kekandang ayam
b. Berbagai peralatan yang diperlukan untuk pemeliharaan ayam (untuk lebih jelasnya lihat pada pembahasan).
2. Materi
· Anak ayam strain COBB CP. 707 (PT Charoen Pokphand Jaya Farm).
· DOC ± 37 Gram, Sebanyak 81 ekor/ kandang.
· Praktikum Pemeliharaan Ayam Boiler.
3. Waktu dan tempat
· Waktu : 13 Februari 2010 s/d sekarang
· Tempat : Kandang GG IPB
4. Bahan dan Alat
A. Persiapan Kandang
sebelum memulai pemeliharaan sebaiknya kandang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapan kandang harus dilakukan dengan benar karena salah satu faktor keberhasilan dalam pemeliharaan ayam. Persiapan kandang tersebut meliputi pembersihan kandang dan sekitarnya, Diantaranya adalah dengan persiapan sebagai berikut :
a. Mengosongkan kandang
b. Mengeluarkan peralatan dan mencuci dengan detergent (Rinso) dibilas dengan desinfektan kemudian mengeringkan.
c. Menyemprot litter bekas dengan obat pembasmi kutu (desinfektan) kemudian dimasukkan dalam karung, diikat agar nitrogen tidak menguap dan mencegah ektoparasit (contoh: kutu, semut, rayap, dan lain-lain).
d. Mencuci dinding dan lantai kandang dengan menggunakan air yang dicampur dengan detergent. Untuk menyemprot air yang mengandung detergent kebagian dinding dan lantai kandang menggunakan mesin penyemprot bertekanan tinggi. Lantai dan kandang digosok dengan sikat agar kotoran mengelupas. Air bekas cucian dikeluarkan dari kandang kemudian kandang dikeringkan.
e. Hari berikutnya bagian dalam kandang disemprot dengan desinfektan menggunakan formalin dan dyno might saat melakukan desinfektan kandang dalam keadaan tertutup rapat bertujuan agar penguapan desinfektan berjalan optimal. Bila terjangkit penyakit menular yang ganas sebaiknya setelah disemprot dengan desinfektan dilakukan fumigasi. Dosis 120 cc formalin dan 50cc dyno might untuk setiap 1 m2 ruangan.
f. Setelah dua hari kandang disanitasi lantai dilakukan pengapuran sebanyak 1kg untuk luas daerah sekatan dengan ukuran kedua sisi 275 cm. Lantai kandang yang sudah disanitasi dilakukan pengapuran ditaburi litter (sekam) sebanyak 2 karung dengan berat 15 kg/karung, semprot sekam dengan larutan 10% formalin.
g. Kandang dapat diisi DOC setelah persiapan kandang benar – benar selesai dari mulai penerangan (lampu 75 watt) hingga persiapan indukan/brooder yang menggunakan briket batubara.
Alat dan bahan lainnya yang digunakan diantaranya sebagai berikut :
a. Tambahan penghangat ( lampu 75 watt)
b. Kawat/ pagar pembatas, dengan tinggi 60 cm
c. Lingkar pembatas ( seng) dengan tinggi 50 cm, dan berdiameter 1.5 meter
d. Tirai ( terpal)
e. Kipas angin (digunakan setelah umur ayam 10 hari), 1 buah
f. 3 kompor Batu bara (untuk 1 kandang besar)
Ø 2.5 kg/kandang(sekat)/malam
Ø Minyak tanah 0.5 liter 1 kandang besar = 0.05/sekat
g. Tempat Pakan Ayam (TPA)
h. Tempat Makan Ayam (TMA)
i. Ember plastik untuk tempat penyimpanan pakan ayam selama 2 minggu
j. Semprotan primacide ukuran 1 liter
k. Ketebalan sekam 10 cm
A. Persiapan pakan yang digunakan
Pakan untuk umur 0 – 7 hari
Ø Pakan starter Comfeed Ayam Pedaging (BR0)
Ø 15kg/kandang = 2142 gram/hari
Ø Pemberian pakan 10 kali makan (sehari – semalam)
Komposisi Gizi :
o air maksimum : 10%
o protein minimum : 20%
o lemak : 7%
o serat Kasra maksimum : 5%
o Abu maksimum : 7%
o Calcium : 0,9%
o Phosphor : 0,6%-0,9%
o Coceidiosatat dan antibiotic +
Pakan untuk umur 8 – 21 hari
Ø GOLD COIN FEED ( Makanan Komplit Ayam Pedaging) 201 – C
Ø Bentuk : butiran supreme
Ø Berat : 50 kg
Ø Pemberian pakan untuk usia 8 – 14, sebanyak 8 kali makan sehari ( siang – malam).
Ø Pemerian pakan untuk usia 15 – 21, sebanyak 3 kali makan sehari (siang – malam).
Analisa :
Ø Kadar Air max 13%
Ø Protein Kasar 20 – 22%
Ø Serat Kasar max 5%
Ø Lemak min 5%
Ø Abu max 8%
Ø Phosphor 0.6 – 1%
Ø Calcium 0.8 – 1.2%
Mengandung : obat anti penyakit berak darah.
Komposisi : jagung kuning, bungkil kacang hijau, bugkil kacang anah, tepung ikan, tepung daging, deak padi, pollar, vitamin, trace mineral dan antioxidant.
· Reg. No. PKN. 075/ BRI/ VI/ 2004.
· Izin Produksi. No. 257/ T/ Industri 1996.
· Kode : 19 572513
PT. GOLD COIN INDONESIA
Jl. Raya Bekasi Km. 28
Telp. 021 – 8842445 ( HUNTING )
Fax. 8842085 – BEKASI
B. Persiapan obat dan vaksin yang digunakan adalah :
1. DOC HERRBAL LIQUID ( DOC )
2. NUTRIMARS
3. SUPRALIT R + (Anti – Stress, Vitamin dan Elektrolit)
4. PRIMA GENTADOX
5. PRIMACIDE – 200
6. SEPTOCID SOLUTION
Keterangan :
DOC HERRBAL LIQUID ( DOC )
I Week programe
Immuno Stimulant – Stimulated Cell and Organ Growing Improve Feed Metabolish
· Dosis minum : 15 – 25cc/ 1000 ekor
· Manfaatnya :
1. Membantu mempercepat peningkatan imunitas tubuh DOC
2. Membantu meningkatkan kehangatan tubuh DOC
3. Membantu mempercepat pertumbuan sel dan organ tubuh
4. Membantu revitalisasi sel dan organ tubuh
5. Membantu jantug, hati, ginjal, paru – paru , saluran pencernaan dll
6. Membantumeningkatkan stamina DOC
7. Membantumeningkatkan metabolism makannya dan mencegah bakteri E, collie, fungi, virus AL dll
8. Membantu menormalkan fases
9. Menekan amoniak dalam saluran pencernaan/ kotoran
10. Membantu menekan terjadinya keracunan/ alergi
11. Memantu melancarkan aliran darah
12. Memantu peningkatan hasil vaksinasi
PT. AQSHA GROUP
NUTRIMARS
· Untuk ikan dan ternak
· Kode : L066/ ORGANIK/ PPI/ XII/ 2006
· Komposisi :
| Uraian Bahan | Kadar ( % ) |
| pH | 4.3 |
| Nutrisi Esensial | 80 |
| C – Organik | 31.04 |
| N | 200 |
| K2O | 187 |
| P2O5 | 311 |
| CO | 1.50 |
· Kemasan/ botol : 1000 ml
· Cara penggunaan Nutrimars :
— Larutkan Nutrimars cair sebanyak 1% ( dari jumlah pakan yang diberikan) dengan air 1 L.
— Aduk hingga merata.
— Semprotkan larutan tersebut kedalam pakan yang akan diberikan, selanjutnya kering anginkan selama 2 menit lalu berikan stiap 2 har sekali.
SUPRALIT R +
Anti – Stress, Vitamin + Elektrolit
· Netto : 250 gram
· Komposisi :
Setiap kg SUPRALIT R + Anti – Stress mengandung :
— Vitamin B 5.000.000 IU
— Vitamin D3 1.000.000 IU
— Vitamin E 8.000 mg
— Vitamin K3 2.400 mg
— Vitamin B1 1.200 mg
— Vitamin B2 1.800 mg
— Vitamin B6 1.600 mg
— Vitamin B12 10 mg
— Vitamin C 20.000 mg
— Ca – d – pantothenate 6.000 mg
— Nicotinamide 15.000 mg
— Folic Acid 100 mg
— Elektrolit ( Na+, K+, Cl-, HCO-3) 435.000 mg
· Indikasi :
Menatasi stress karena cuaca panas ( Heat Stress), perubahan cuaca, potong paruh, pndah kandang/ transportasi, dll.
· Dosis dan aturan pakai :
Unggas : 5 gram/ 10 L air minum selama dalam keadaan stress.
· Simpan di tempat sejuk dan kering
· No. Reg. DEPTAN RI. D. 0204468 PTS
PT. MESANA ANEKA SATWA
PRIMA GENTADOX
· Untuk CDR dan Kalibasilosis
· Kemasan : 500 gram
· Komposisi :
Tiap kg mengandung :
— Doxycycine – HCL 100 gram
— Gentamicyne suphat 100 gram
· Indikasi :
— Pengobatan infeksi bakteri pada saluran pernapasan seperti mikroplasma, CDRD, koriza, serta saluran pencernaan seperti salmonelosis, kalibalosis dan kolera unggas
· Dosis dan cara pemakaian :
— Unggas : 1 gr dalam 1 -2 L air minum selama 3 – 5 hari berturut- turut.
— Babi : 2 gr dalam 1 L air minum selama 3 – 5 hari berturut – turut waktu henti 22 hari.
· Penyimpanan : simpan ditempat sejuk, kering dan tertutup rapat.
· Batch. No. 02.01.10
· Exp. Date. 02.13
PT. MULIA JAYA PRIMA FARMA
INDONESIA
PRIMACIDE – 200
Solusi Nyata Biosekuriti
· Komposisi :
Tiap L mengandung :
— Glutaral dehid 300 gram
— Cocobenzildimetilammoniumklorida 200 gram
— Isopropanol 90 gram
· Indikasi : untuk desinfeksi dan sanitasi kandang, peralatan, air minum dan lingkaran kandang seelum dan sesudah pemakaian atau setelah infeksi atau wabah penyakit viral, bakterial, dan fungal. Desinfeksi lingkungan luar dan dalam kandang selama pemeliharaan atau selama terjadinya penyakit.
· Osis dan cara pemakaian :
— Peralatan, kandang, dan lingkungan : 1 L dalam 400 L air
— Cuci tangan dan kaki : 1 L dalam 600 L air
— Air minum : 1 L dalam 1000 air minum
· Penyimpanan : simpan ditempat sejuk, kering dan tertutup rapat.
· Batch. No. 01.01.10
· Exp. Date : 01.13
· No. Reg. D.03032546 PTC.
· Netto : 1 Liter
SEPTOCID SOLUTION
desinfektan Berspektrum Luas
· Netto : 1 liter
· Desinfektan ideal untuk membasmi kuman dan jamur yang aman bagi hewan dan manusia.
· Komposisi :
— Povidone 2% v/ v
— Excipient Q.S
· Indikasi :
— Spetocid spektrum luas
Membami bakteri, jamur, virus, dan kuman – kuman penyebab penyakit utama unggas, seperti :
Ø E. Colli, CRD, coryza, salmonela, shigella, coccidiecoccus, pasteurella, dan pada ternak besar seperti food and mouth disease, dan pada manusia seperti T. B. C. Dan beberapa penyakit lainnya.
— Septocid
Ø Aman karena tidak menyebabkan iritasi dan folesiasi
Ø Tetap aktif dalam bahan organik seperti darah, serum, sisa – sisa jaringan, lemak, lapisan susu dan lain – lain.
Ø Warna : kuning kecoklatan tua
· Dosis dan cara penggunaan :
17cc : septocid dilarutkan dalam 10 L air, untuk disenfeksi ruangan, semua peralatan kandang, mesin tetas, tempat pemerahan, tempat makan dan minum (1 : 600 )
25cc : septocid dilarutkan dalam 10 L air, untuk disenfeksi kandang sebelum digunakan ( 1 : 400 )
Bila terjadi wabah penyakit ( EX : ND) gunakan 100cc dalam 10 L air ( 1 : 100).
33cc : septocid dilarutkan dalam 10 L air, untuk disenfeksi tangan, ambing, bagian yang akan dioperasi, luka- luka, cacar atau kanibal ( 1 : 300)
50cc : septocid dilarutkan dalam 10 L air, untuk penyakit mulut dan kuku ( 1 : 200)
7cc : septocid dilarutkan dalam 10 L air, untuk disenfeksi sayur – sayuran dan hijauan makanan ternak ( 1 : 2500)
5cc : septocid dilarutkan dalam 10 L air, untuk sterilisasi air minum ( 1 : 2000)
· Simpan dalam wadah tertutup rapat
· DEPTAN . D. 02041299 PTC.1
· No. Batch : 100201
· Exp. Date : 022012
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel data penimbangan pertama ( DOC datang)
| No | Jumlah ayam yang ditimbang | Timbangan ke | Bobot badan gram/ ekor | |
| 1 | 10 ekor | 1 | 375 | |
| 2 | 10 ekor | 2 | 376 | |
| 3 | 10 ekor | 3 | 366 | |
| 4 | 10 ekor | 4 | 368 | |
| 5 | 10 ekor | 5 | 374 | |
| 6 | 10 ekor | 6 | 370 | |
| 7 | 10 ekor | 7 | 376 | |
| 8 | 10 ekor | 8 | 365 | |
| 9 | 1 ekor | 9 | 37 | |
| Jumlah | 81 ekor | 9 | 3007 | |
| Rata-rata | 37.12 | |||
Menggunakan Timbangan dudukan.
Tabel data penimbangan minggu kedua
| No | Jumlah Ayam Yang ditimbang | Timbangan Ke | Bobot Badan gram/ 20 ekor |
| 1. | 20 ekor | | 9000 gram |
| 2. | 20 ekor | | 9000 gram |
| 3. | 20 ekor | | 9500 gram |
| 4. | 21 ekor | | 9500 gram |
| Jumlah | 81 ekor | | 37000 gram |
| Rata-rata | | | 456.79 |
Menggunakan timbangan gantung.
![]()
![]()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar