LAPORAN MINGGUAN AYAM BROILER
Disusun untuk memenuhi tugas praktikum
Budidaya Ayam Ras
Di Susun Oleh:
Gugum Misbahudin
J3W409133
TEKNOLOGI PRODUKSI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT PERTANIAN SUB PETERNAKAN
PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
DAFTAR ISI
Halaman
Jumlah ayam yang dipelihara di Kandang GG
Persiapan kandang dan peralatan
Daftar Tabel
Table 1. Ukuran kandang yang ideal
Table 2. Bobot ayam per minggu
Table 3. Bobot ayam minggu ke-2
Table 4. Berat badan minggu ke-3
Table 5. Jumlah Jonveksi pakan.
Daftar Gambar
Gambar 1. Kondisi lingkar pembatas
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang memberikan kami kemudahan dalam menyusun laporan mingguan dari bidang mata kuliah Budidaya Ayam Ras dengan lancar.
Kesempurnaan adalah milik Allah SWT, dan kami sebagai penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laoran ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan penyusunan Laporan mingguan ini.
Ucapan terimakasih sudah sepatutnya kami berikan kepada dosen pengajar kami yaitu Ibu Prof. Em. Dra. Peni S Hardjosworo, Msc, dan Ir. Rukmiasih Eka Koswara selaku dosen pembimbing Praktikum mata kuliah Budidaya Ayam Ras. Yang telah memberikan bimbingan, dorongan, saran, waktu dan perhatiannya yang sangat membantu kami dalam pembuatan laporan ini, dan tak lupa kami ucapkan pula kepada Prof. Dr. Ir. H. M. H. Bintoro, MAgr selaku dosen pembimbing Program Keahlian P3, serta teman-teman kami yang telah memberikan dukungan dan motivasinya, sehingga laporan mingguan ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Bogor, 17 Maret 2010
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Peternakan di Indonesia sekarang ini telah mengalami kemajuan, khususnya dibidang peternakan. Kemajuan ini bisa dilihat dari semakin banyaknya usaha perternakan rakyat dan menurut data yang diperoleh dari Buku Populasi Konsumsi Ternak di Indonesia. Populasi ayam broiler di Indonesia tahun 2007 mencapai 811.188.685 ekor, tahun 2006 sebanyak 797.527.446 ekor, oleh karena itu berarti bias di buktikan bahwa peternak banyak yang memilih beternak ayam ras.
IPB sangat mempasilitasi sekali di bidang peternakan, apalagi di bidang ayam ras, itu semua bias dilihat dengan semua mahasiswa peternakan di turunkan langsung beternak ayam dari mulai perawatan DOC sampai pemanenan.
Kenyamanan kandang bagi ayam broiler itu merupakan salah satu yang sangat vital sekali dalam usaha peternakan, karena kandang memberikan banyak memberikan manfaat yang diantaranya, memberikan perlindungan terhadap iklim panas, hujan, suhu udara dingin, dan gangguan dari luar. Disamping itu juga dapat memudahkan pengontrolan terhadap penyakit. Pengetahuan mengenai perkandangan yang meliputi prinsip-prinsip pembuatan kandang skala kecil, perlengkapan, alat-alat perkandangan dan jenis-jenis kandang yang tepat penting untuk dipelajari.
Tujuan
Tujuan praktikum langsung di lapangan yang bertempat di Kandang GG IPB adalah tempat untuk memberikan perlatihan, terampil, menambah wawasan dan pengalaman dibidang perternakan serta mempelajari masalah-masalah yang ada dan bagaimana cara untuk mengatasinya.
BAB II
KEADAAN
Lokasi dan Tata Letak
Kandang yang dijadikan tempat praktikum yang bertempat di GG Kandang yaitu berukuran sebagai berikut: panjang samping 1570 cm, tinggi 150 cm, lebar pintu depan dan belakang 80 cm, panjang depan 670 cm dan masing-masing kelompok diberikan luas kandang P= 15 m, L= 7 m, T= 3,5 m. tetapi untuk lokasi kandang yang berada di Gunung Gede ini sebenarnya kurang baik bagi kesehatan manusia karena jaraknya tidak termasuk kedalam sanitasi yang bagus, seharusnya kandang berjarak 100 m dari pemukiman.
Sarana dan Prasarana
Untuk sarana dan prasarana yang ada di GG kandang ini yang di antaranya adalah sumber listrik yang berasal dari gardu meter pusat, sumber air yang digunakan berasal dari PDAM. Sumber: Iwan pemelihara kandang
Perkandangan
Menurut Rasyaf. Perkandangan adalah kumpulan seluruh kelompok yang memenuhi suatu aturan sanitasi dan tatalaksana perternakan. Kandang selain sebagai tempat tinggal ayam dan berlindung juga sebagai tempat bekerja peternak dalam menjalankan hidup ternak sehari-hari.
Disamping itu juga kandang yang nyaman dan memenuhi syarat-syarat perkandangann akan memberi dampak, karena bila kandangnya baik maka ternak akan tumbuh dengan maksimal dan juga tidak akan mudah stress, sehingga akan membawa hasil yang positif bagi perternakan, begitujuga sebaliknya kandang yang tidak baik dan tidak memenuhi persyaratan perkandangan akan memberi dampak yang negatif. Di GG, kandang dibangun memanjang dari arah Timur ke Barat, dengan tujuan agar sinar matahari tidak masuk ke dalam kandang sepanjang hari. Kandang yang dibangun diberikan skat-skat diperuntukan agar lebih mudah mengawasi pertumbuhan ayam.
Jenis Kandang
Cuaca adalah merupakan salah satu kadangkala bagi peternakan ayam ras. Bogor termasuk kedalam dataran tinggi yang dimana radiusnya sangat dingin ketika malam hari. Untuk menekan permasalahan ini di GG Kandang ini menggunakan pemanas ketika malam hari dengan kondisi kandang tertutup dengan terpal. Keuntungan dengan tertutup ini mengurangi suhu dan kelembaban dalam kandang dapat diatur supaya ayam tetap nyaman.
Atap kandang
Atap kandang yang digunakan di GG Kandang yaitu terbuat dari asbes dengan kemiringan ± 25o,Keuntungan menggunakan asbes lebih ekonomis bila dilihat dari harganya, jika malam hari suhu ruangan lebih hangat, jika menggunakan genteng suhu ruangan kemungkinan akan lembab.
Dinding kandang
Dinding kandang sangatlah penting sekali bagi peternakan ayam ras, karena dinding berguna untuk menghalangi kontak langsung atara ayam dengan angin. Dinding kandang yang digunakan di GG Kandang yaitu menggunakan kawat yang diameter lubangnya ± 2,2 cm, dan menggunakan penutup kandang yaitu tirai dari plastic.
Lantai kandang
Di GG kandang lantai yang di gunakan yaitu terbuat dari semen. Menurut Suryani dan Santosa (2004), kelebihan lantai terbuat dari semen adalah tidak mudah menjadi sarang tikus dan mudah dibersihkan serta sedikit biyaya pemeliharaan kandang supaya steril ketika sudah massa pemakaia, kandang tidak dipindah-pindahkan, dan tidak dapat meyerap air.
Sistem Ventilasi
Udara yang masuk kedalam kandang sangatlah mempengaruhi kesehatan ayam ras, oleh karena itu ventilasi yang baik sangat diperlukan sehingga udara segar yang masuk ke dalam kandang dan menggantikan udara kotor yang ada di dalam kandang. Ventilasi kandang juga berfungsi untuk menjaga suhu dan kelembaban di dalam kandang suhu dan kelembaban yang tinggi di daerah tropis seperti Indonesia sangat berpengaruh terhadap kesehatan ayam terutama kepekaannya terhadap penyakit pernapasan (Surya dani dan Santosa, 2004). Pengaturan suhu kandang mulai DOC sampai afkir harus disesuaikan dengan standar yang sudah ada. Suhu didalam kandang diatur menggunakan ventilasi yang memadai.
Peralatan kandang
Peralatan yang digunakan pada saat perawatan DOC yang ada di GG kandang yaitu lingkar pembatas, alat pemanas, tempat pakan, tempat minum, timbangan, lampu penerangan, kawat skat.
Lingkar Pembatas
Lingkar pembatas sangat dibutuhkan dan berguna bagi anak ayam pada masa DOC, agar anak ayam tidak berkeliaran dan tetap terus makan, adapun lingkar pembatas yang digunakan di GG kandang yaitu terbuat dari seng dengan ketinggian 50 cm, berkapasitas 800-890 ekor yang dapat disesuaikan bentuk dan lebar sesuai dengan kebutuhannya.
Untuk kandang ideal:
Rumus luas dan diameter indukan yang berbentuk lingkaran:
L (m) = π r2
d = 2r
Tabel lingkaran pembatas tiap harinya:
| Umur (hari) | Ukuran (m) | Luasan ( m2 ) |
| 1-3 5-8 9-14 15 | 4x4 9x4 12x6 12x8 | 16 36 72 96 |
Table 1. Ukuran kandang yang ideal *Sumber: Pegawai Kandang GG
Alat pemanas/Broder
Brooder merupakan induk buatan untuk DOC yang berfungsi sebagai penghangat DOC. Untuk brooder yang digunakan di GG kandang yaitu berasal dari bahan batu bara yang menghabiskan 23 kg/malam. Satu buah pemanas untuk setiap chick guard, pemanas di letakan di tengah dengan jarak dari chick guard ialah dengan ukuran lebar 2,5 cm, panjang 3,5 cm bagian tengah brooderi. Pemanas dinyalakan 4 – 5 jam sebelum DOC datang.
Tempat pakan
Di GG kandang tempat pakan yang digunakan terdiri dari feeder tray, hanging trough pakan di gantung yang berkapasitas 5 kg. feeder tray berbentuk baki dan berwarna merah. Satu buah Feeder tray digunakan untuk 20 ekor ayam dan pada saat periode pertumbuhan untuk 17 ekor ayam. Hanging trough berwarna kuning dengan kapasitas 5 kg digunakan pada ayam berumur 3 minggu, adapun jenis pakan yang diberikan yaitu Gold Coin.
Tempat Air Minum
Tempat air minumyang di gunakan yaitu gallon yang berkapasitas 5 liter diberikan pada ayam periode DOC sampai massa panen, dengan menggunakan vitamin dengan merek dagang Doc Herrballiquid, nutrimas, supralit, prima gentadox, dll.
Lampu Penerangan
Adapun penerangan yang di gunakan di Kandang GG yaitu bolham 75 watt dan dipasang dengan jarak yang ketinggiannya mencapai ± 50 cm.
Timbangan
Timbangan adalah suatu alat sebagai tolak ukur untuk mengetahui pertumbuhan bobot ayam dan juga untuk mengetahui seberapa banyak ppakan yang telah dihabiskan. Timbangan yang digunakan di GG kandang adalah timbangan duduk yang berkapasitas 5 kg dengan merk dagang Saler sedangkan timbangan pakannya menggunakan timbangan yang berkapasitas 2 kg.
Alat Penunjang Lainnya
Alat penunjang lainnya yang sering digunakan yaitu sekop yang berfungsi untuk membalikan sekam, adapun timbangan yaitu untuk penimbangan ayam dan pakan. Alat untuk sanitasi kandang adalah sapu berfungsi untuk membersihkan dinding dalam kandang, semprotan antiseptic yang berfungsi untuk di semprotkan pada sepatu yang bertujuan untuk menetralkan telapak sepatu yang kemungkinan terkena virus atau bakteri. Alat untuk mengontrol suhu adalah thermometer yang berfungsi untuk mengetahui suhu dan kelembaban dalam kandang. Alat pendinginnya berupa kipas besar yang digunakan pada suhu diatas 30oC. Alat tulis yang digunakan untuk mempermudah pencatatan selama kegiatan dilakukan. Tali plastik atau tambang untuk menggantungkan tempat pakan.
Jumlah ayam yang dipelihara di Kandang GG
Untuk sekarang ini mahasiswa dalam praktikumnya diberi tanggungjawab memelihara ayam 81 ekor per kolompoknya dan total kelompok berjumlah 8 kelompok, ditambah dua kelas dari PK lain, jadi semuanya berjumlah 810.
Bab III
Pemeliharaan Ayam Broiler
Persiapan kandang dan peralatan
Kandang yang akan digunakan untuk memelihara ayam ras Sebelumnya harus disterilkan terlebih dahulu yaitu dengan cara desinfeksi kandang dan peralatannya, pembersihan kandang dan sekitarnya. Pengkapuran, pemasangan lingkar pembatas, pemasangan tirai dari terpal pada dinding kandang, pemasangan indukan dan penebaran litter.
Kandang yang akan digunakan haruslah terbebas dari bakteri yang menyerang DOC. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh yaitu :
· Keluarkan semua peralatan yang tidak dipasang secara permanen di dalam kandang.
· Semprot semua bagian kandang termasuk litter dengan Insektisida
· Pembersihan secara kering. Termasuk pembersihan seluruh bagian kandang dari atas kandang dan diding kandang.
· Cuci kandang dengan menggunakan air yang diberi deterjen sambil digosok/sikat.
· Bilas dengan air yang telah dicampur desinfektan.
Lingkar pembatas pada DOC dipasang dengan diameter 3,5 m dan lingkar pembatas bagi DOC yang ada di kandang GG yaitu terbuat dari seng dengan tinggi 50 cm, berkapasitas 800-890 ekor. Chick guard diatur bentuk dan lebarnya sesuai dengan kebutuhan luas areanya.
Pertama kali yang harus dilakukan pada saat DOC datang, yaitu pemberian larutan gula biasanya dibuat dengan cara sebagai berikut:
· Rebus gula dengan air secukupnya sehingga berbentuk sirup gula kental.
· Kemudian larutan gula diberikan kepada DOC dalam kondisi hangat.
· Segera setelah DOC datang larutkan sirup gula dengan air hangat dalam jumlah yang sesuai perhitungan.
Larutan gula diberikan secara manual, sehingga jumlah larutan gula dihitung berdasarkan tempat minum,
contoh dengan jumlah ayam 5000 ekor.
· Jumlah DOC = 5000 ekor. Jumlah galon (tempat air minum) per 1000 ekor=8 buah, kapasitas galon untuk level air ¾ = 0,75 liter.
· Jumlah larutan gula yang akan dibuat = 8 x 5 x 0.75 = 30 liter
· Kebutuhan gula = 30 x 2% = 600 gram.
Hasil pengamatan
Minggu pertama datang:
| No | Umur (minggu) | Bobot badan (gr/ekor) | Konsumsi pakan (gr/ek/mgg) | Konversi pakan |
| 1 | I | 200 | 160 | 0.80 |
| 2 | II | 436 | 361.90 | 1.11 |
| 3 | III | 932 | 654.90 | 1.28 |
| 4 | IV | 1467 | 938.40 | 1.46 |
| 5 | V | 2049 | 1178.10 | 1.62 |
| 6 | VI | 2634 | 1320.70 | 1.76 |
Tabel 1 standar bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan
Data bobot badan strain CP-707
| No | Umur ayam (hari) | Standar bobot badan ayam |
| 1 | 1 | 37 |
| 2 | 7 | 200 |
| 3 | 14 | 436 |
| 4 | 21 | 932 |
| 5 | 28 | 1467 |
| 6 | Target panen............ | - |
Tabel 2 standar bobot badan strain CP-707
Data Penimbangan Awal (DOC datang)
| No | Jumlah ayam yang ditimbang | Timbangan ke | Bobot Badan(gram/ekor) |
| 1. | 10 ekor DOC | 1 | 370 |
| 2. | 10 ekor DOC | 2 | 380 |
| 3. | 10 ekor DOC | 3 | 365 |
| 4. | 10 ekor DOC | 4 | 370 |
| 5. | 10 ekor DOC | 5 | 390 |
| 6. | 10 ekor DOC | 6 | 375 |
| 7. | 10 ekor DOC | 7 | 370 |
| 8. | 10 ekor DOC | 8 | 385 |
| 9. | 1 ekor DOC | 9 | 37 |
| Jumlah | | 3042 | |
| Rata-rata | | 37.5 | |
Tabel 3 data penimbangan DOC minggu pertama
Data penimbangan bobot badan ayam Broiler/kelompok
| No | Minggu ke | Banyak ayam yang ditimbang | Jumlah bobot badan (gram) | Rata-rata bobot badan (gram/ekor) | Pertambahan bobot badan(gram) | |
| Aktual | Standar | | | |||
| 1 | I | 81 | | 200 | 180 | 142.50 |
| 2 | II | 81 | 39.085 | 436 | 482 | 302 |
| 3 | III | 81 | 70.665 | 932 | 872.40 | 570.40 |
| 4 | IV | | | 1.467 | | |
| 5 | V | | | 2.049 | | |
| 6 | VI | | | | | |
Tabel 4 hasil rata-rata bobot badan, pertambahan bobot badan ayam perminggu
Data sementara penghabisan pakan ayam pedaging
| No | Minggu ke | Pakan masuk/mggu/kg | Konsumsi pakan | Sisa pakan/mggu/kg | Konversi pakan |
| 1 | I | 15 | | 2.5 | |
| 2 | II | 47 | | 18.3 | |
| 3 | III | 50 | | 19.97 | |
| 4 | IV | 50 | | | |
| 5 | V | | | | |
| 6 | VI | | | | |
Tabel 5 konsumsi pakan ayam pedaging
Tabel Pemberian Obat dan Vitamin
| Hari Ke- | Hari/ Tanggal | Jenis Obat dan Vitamin | ||
| Pagi | Siang | Sore | ||
| 0 | Jumat, 19-02-2010 | - | - | Air Gula Aren |
| 1 | Sabtu, 20-02-2010 | Endomurni | Supralit | DHL |
| 2 | Minggu, 21-02-2010 | Endomurni | Supralit | DHL |
| 3 | Senin, 22-02-2010 | Endomurni | Supralit | DHL |
| 4 | Selasa, 23-02-2010 | Supralit | Supralit | DHL |
| 5 | Rabu, 24-02-2010 | Supralit | Supralit | DHL |
| 6 | Kamis, 25-02-2010 | Prima Gentadox | Prima Gentadox | DHL |
| 7 | Jumat, 26-02-2010 | Prima Gentadox | Prima Gentadox | DHL |
| 8 | Sabtu, 27-02-2010 | Prima Gentadox | Prima Gentadox | DHL |
| 9 | Minggu 28-02-2010 | Prima Gentadox | Prima Gentadox | DHL |
| 10 | Senin, 01-03-2010 | Prima Gentadox | Prima Gentadox | DHL |
| 11 | Selasa, 02-03-2010 | Supralit | Supralit | Nutrimars |
| 12 | Rabu, 03-03-2010 | Supralit | Supralit | Nutrimars |
| 13 | Kamis, 04-03-2010 | Supralit | Supralit | Nutrimars |
| 14 | Jumat, 05-03-2010 | Supralit | Supralit | Nutrimars |
| 15 | Sabtu, 06-03-2010 | Prima Gentadox | - | Nutrimars |
| 16 | Minggu, 07-03-2010 | Prima Gentadox | - | Nutrimars |
| 17 | Senin, 08-03-2010 | Prima Gentadox | - | Nutrimars |
| 18 | Selasa, 09-03-2010 | Supralit | - | Nutrimars |
| 19 | Rabu, 10-03-2010 | Supralit | - | Nutrimars |
| 20 | Kamis, 11-03-2010 | Supralit | - | Nutrimars |
| 21 | Jumat, 12-03-2010 | Air Gula Aren | - | Supralit |
| 22 | Sabtu,13-03-2010 | Air Gula Aren | Air Gula Aren | Nutrimars |
| 23 | Minggu, 14-03-2010 | Nutrimas | - | Gentadox |
| 24 | Senin, 15-03-2010 | Nutrimas | - | Gentadox |
| 25 | Selasa, 16-03-2010 | - | - | Supralit |
| 26 | Rabu, 17-03-2010 | Supralit | Supralit | Air Gula |
| 27 | Kamis, 18-03-2010 | Supralit | - | - |
| 28 | Jumat, 19-03-2010 | | | |
| 29 | Sabtu, 20-03-2010 | | | |
Tabel. Jumlah TMA dan TRA
| Hari Ke- | Hari/ Tanggal | Jumlah | Keterangan | |
| TRA | TMA | |||
| 0 | Jumat, 19-02-2010 | 2 | 2 | |
| 1 | Sabtu, 20-02-2010 | 2 | 2 | |
| 2 | Minggu, 21-02-2010 | 3 | 3 | |
| 3 | Senin, 22-02-2010 | 4 | 3 | |
| 4 | Selasa, 23-02-2010 | 4 | 3 | |
| 5 | Rabu, 24-02-2010 | 4 | 3 | |
| 6 | Kamis, 25-02-2010 | 4 | 3 | |
| 7 | Jumat, 26-02-2010 | 4 | 4 | |
| 8 | Sabtu, 27-02-2010 | 4 | 4 | |
| 9 | Minggu 28-02-2010 | 4 | 4 | |
| 10 | Senin, 01-03-2010 | 4 | 4 | |
| 11 | Selasa, 02-03-2010 | 4 | 4 | |
| 12 | Rabu, 03-03-2010 | 4 | 4 | |
| 13 | Kamis, 04-03-2010 | 4 | 4 | |
| 14 | Jumat, 05-03-2010 | 4 | 4 | |
| 15 | Sabtu, 06-03-2010 | 4 | 4 | |
| 16 | Minggu, 07-03-2010 | 4 | 4 | |
| 17 | Senin, 08-03-2010 | 4 | 4 | |
| 18 | Selasa, 09-03-2010 | 4 | 4 | |
| 19 | Rabu, 12-03-2010 | 4 | 4 | |
| 20 | Kamis, 11-03-2010 | 4 | 3 | |
| 21 | Jumat, 12-03-2010 | 4 | 3 | |
| 22 | Sabtu,13-03-2010 | 4 | 3 | |
| 23 | Minggu, 14-03-2010 | 4 | 3 | |
| 24 | Senin, 15-03-2010 | 4 | 3 | |
| 25 | Selasa, 16-03-2010 | 4 | 3 | |
| 26 | Rabu, 17-03-2010 | 4 | 3 | |
| 27 | Kamis, 18-03-2010 | 4 | 3 | |
| 28 | Jumat, 19-03-2010 | | | |
| 29 | Sabtu, 20-03-2010 | | | |
| 30 | Minggu, 21-03-2010 | | | |
| 31 | Senin, 22-03-2010 | | | |
| 32 | Selasa, 24-03-2010 | | | |
| 33 | Rabu, 25-03-2010 | | | |
.Mortalitas
Mortalitas adalah tingkat kematian ayam dan ayam yang di ternak oleh kelompok 4 praktikum 1 tidak ada mortalitas dari awal pemeliharaan yaitu dari umur 0 – 19 hari terhitung dari tinggal 19 februari sampai dengan 10 maret 2010.
KESIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan mengenai ayam broiler, maka saya tarik kesimpulan bahwa secara umum, lokasi pemeliharaan, perkandangan, dan tatalaksana pemeliharaan yang ada di kandang GG IPB sudah cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi agar ayam yang dihasilkan memenuhi bias maksimal atau paling tidak memenuhi standar.
Saran
Untuk pemberian pakan haruslah sangat diperhatikan agar bobot ayam memenuhi standar bobot maksimal.
Daftar Pustaka
Ditjennak. Populasi Ayam Ras. http//www.Ditjennak.go.id (9 Maret menurut Penjaga ayam)
Hakim, Junaidi. (2005) Laporan pemeliharaan ayam broiler. Perpustaka: Gunung Gede Bogor
Priatno, A. M. 2002. Membuat Kandang Ayam. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sudaryani, T dan H, Santosa. 2004. Pembibitan ayam Ras. Penebar Swadaya. Jakarta
LAMPIRAN
GAMBAR
JADWAL PIKET
| Hari | Pagi | Siang | Sore |
| Senin | Juliha | Evi | Junenti |
| | Jamal | Lucky | Gugum |
| | | | Iim |
| Selasa | Evi | Junenti | Juliha |
| | Gugum | Iim | Jamal |
| | | | Lucky |
| Rabu | Junenti | Juliha | Evi |
| | Lucky | Jamal | Gugum |
| | | | Iim |
| Kamis | Juliha | Evi | Junenti |
| | Iim | Gugum | Jamal |
| | | | Lucky |
| Jum’at | Evi | Junenti | Juliha |
| | Jamal | Lucky | Gugum |
| | | | Iim |
| Sabtu | Junenti | Juliha | Evi |
| | Gugum | Iim | Jamal |
| | | | Lucky |
| Minggu | Junenti | Evi | Juliha |
| | Lucky | Jamal | Gugum |
| | | | Iim |